Jumat, 27 Januari 2023

SIFAT-SIFAT UNSUR

بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ

Setiap unsur golongan utama yakni pada golongan IA-VIIIA memiliki kesamaan pada konfigurasi elektron valensinya. Sehingga unsur-unsur tersebut juga memiliki kemiripan pada sifat fisik dan sifat kimia diantaranya: sifat logam, sifat non-logam, muatan ion, hingga kemampuannya dalam bereaksi.

1)      Golongan IA

Nama lain dari unsur yang terletak di golongan ini disebut juga dengan logam alkali. Kereaktifan setiap unsur pada golongan logam alkali sangat tinggi. Hal ini terjadi karena setiap unsurnya memiliki ionisasi yang kecil sehingga mudah dalam melepas elektron terluarnya yang kemudian akan menghasilkan kation +1. Adapun beberapa sifat unsur-unsur golongan ini tertera pada tabel dibawah:

Tabel 1: sifat-sifat unsur golongan IA

Sifat

Li

Na

K

Rb

Cs

Titik leleh (oC)

181

97.8

63.6

38.9

28.4

Titik didih (oC)

1347

883

774

688

678

Massa jenis (g/cm3)

0.53

0.97

0.86

1.53

1.88



2)      Golongan IIA

Unsur-unsur yang termasuk golongan ini disebut juga dengan logam alkali tanah, dan kereaktifannya lebih kecil saat dibandingkan dengan golongan IA. Energi ionisasi yang dimiliki oleh unsur golongan logam alkali cukup rendah yang mengakibatkan kemampuan unsur dalam melepaskan kedua elektron valensi cukup tinggi dan kemudian menghasilkan kation yang bermuatan +2. Sifat setiap unsur pada golongan IIA ini tertera pada tabel berikut:

Tabel 2: sifat-sifat unsur golongan IIA

Sifat

Be

Mg

Ca

Sr

Ba

Titik leleh (oC)

Titik didih (oC)

Massa jenis (g/cm3)

Keelektronegatifan

1278

2970

1,85

1,5

649

1090

1,74

1,2

839

1484

1,54

1,0

769

1384

2,6

1,0

725

1640

3,51

0,9

                         3)  Aluminium

Pada sistem periodik modern aluminium terletak pada golongan IIIA dengan susunan konfigurasi elektronnya 2 8 3. Karena elektron valensi dari konfigurasi elektronnya adalah 3, maka dihasilkan lah kation dari aluminium yang bermuatan +3. Sifat unsur-unsur dari aluminium dapat dilihat pada tabel 3:

 Tabel 3: sifat-sifat unsur aluminium

Titik leleh (oC)

660

Titik didih (oC)

2450

Massa jenis (g/cm3)

2,70

Kelektronegatian

1,6

                       
                        4)  Karbon (C) dan silikon (Si)

Pada sistem periodik unsur modern, unsur karbon (C) dan unsur silikon (Si) terletak pada golongan IVA dan memiliki masing-masing konfigurasi elektronnya C= 2 4 dan Si= 2 8 4. Karbon dan silikon mempunyai kecenderungan untuk berikatan secara kovalen. Sifat fisik dari unsur karbon yakni seperti Kristal yang mirip layaknya intan dan grafit, namun ada jenis yang berbentuk amorf (non-kristal). Sementara silikon memiliki sifat fisik yang berbentuk solid keras yang strukturnya seperti struktur intan, warnanya abu kilap, serta meleleh disuhu 1.410oC. Sifat dari silikon yakni semikonduktor, yang kemampuan daya hantarnya kecil saat berada pada suhu kamar. Namun, pada saat suhu tinggi silikon akan bersifat konduktor yang baik.

Gambar 12. struktur intan dan grafit

5)      Nitrogen (N), oksigen (O), dan belerang (S)

Pada susunan sistem periodik unsur, nitrogen terletak digolongan VA yang konfigurasi elektronnya 2 5, sedangkan letak unsur oksigen dan unsur belerang berada digolongan VIA yang konfigurasi elektron dari oksigen 2 6 dan konfigurasi belerang 2 8 6. Nitrogen dan oksigen berbentuk gas diatom, sementara belerang berbentuk zat padat dengan rumus molekulnya S8. Perhatikan tabel dibawah:

Tabel II.4: sifat-sifat unsur nitrogen, oksigen, dan sulfur

Sifat

N

O

S

Titik leleh (oC)

Titik didih (oC)

Massa jenis (g/cm3)

Keelektronegatifan

Afinitas elektron (kJ mol-1)

–210

 –196

0,0013

3,0

0,70

–218

–183

0,002

3,5

141

113

445

2,07

2,5

–200


6)      Halogen

Unsur-unsur halogen terletak dalam golongan VIIA. Kereaktifan unsur-unsur ini sangat tinggi hingga tidak pernah ditemui dalam keadaan atomnya di alam, namun dapat berikatan dan menghasilkan suatu senyawa baru jika bereaksi dengan berbagai unsur ataupun antara unsur yang jenisnya sama. F2, Cl2, Br2, dan I2 merupakan bentuk molekul diatom dari unsur-unsur halogen.

Karakteristik dari segi bau dan warnanya dapat dengan mudah untuk mengenali unsur-unsur halogen. Seringnya, unsur halogen memiliki bau yang menyegat salah satunya unsur klorin dan unsur bromin. Sifat racun dari kedua gas ini cukup membahayakan sehingga harus sangat berhati-hati dalam penanganannya. Beberapa sifat dari unsur-unsur halogen dapat disimak dari tabel dibawah:

Tabel II.5: sifat-sifat unsur halogen

Sifat

F

Cl

Br

I

At

Titik leleh (oC)

Titik didih (oC)

Massa jenis (g/cm3)

Keelektronegatifan

Afinitas elektron (kJ mol-1)

–220

–188

0,0017

4,0

– 328

–101

–35

0,0032

3,0

-349

–7

–59

3,12

2,8

–325

114

184

4,93

2,5

–295

-

-

-

2,2

270



7)      Gas mulia

Berdasarkan konfigurasi elektronnya unsur-unsur gas mulia memiliki elektron valensi yang penuh (oktet) yakni 8 elektron, oleh sebab itu unsur-unsur yang termasuk kedalam golongan gas mulia memiliki sifat yang stabil. Kestabilan inilah yang menyebabkan unsur golongan gas mulia cenderung sukar untuk bereaksi dan membentuk senyawa dengan unsur yang lain sehingga biasa disebut dengan gas inert. Beberapa sifat unsur-unsur gas mulia dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 Tabel II.6: sifat-sifat unsur gas mulia

Sifat

He

Ne

Ar

Kr

Xe

Rn

Massa jenis (g/cm3)

Titik didih (oC)

Titik leleh (oC)

0,18

-269

-272

0,90

-246

-249

1,80

-186

-189

3,75

-153

-157

5,80

-108

-112

10,0

-62

-71

 Gas mulia adalah gas yang tidak memiliki warna, tidak berbau, dan tidak berasa. Unsur argon, kripton, dan xenon sedikit larut dalam air. Sementara unsur helium dan neon tidak bisa larut dalam air. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar