بِسۡمِ اللهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ
Setiap unsur golongan utama yakni pada
golongan IA-VIIIA memiliki kesamaan pada konfigurasi elektron valensinya.
Sehingga unsur-unsur tersebut juga memiliki kemiripan pada sifat fisik dan
sifat kimia diantaranya: sifat logam, sifat non-logam, muatan ion, hingga
kemampuannya dalam bereaksi.
1)
Golongan IA
Nama lain dari unsur yang terletak di
golongan ini disebut juga dengan logam alkali. Kereaktifan setiap unsur pada
golongan logam alkali sangat tinggi. Hal ini terjadi karena setiap unsurnya
memiliki ionisasi yang kecil sehingga mudah dalam melepas elektron terluarnya
yang kemudian akan menghasilkan kation +1. Adapun beberapa sifat unsur-unsur
golongan ini tertera pada tabel dibawah:
Tabel 1: sifat-sifat unsur golongan IA
|
Sifat |
Li |
Na |
K |
Rb |
Cs |
|
Titik leleh (oC) |
181 |
97.8 |
63.6 |
38.9 |
28.4 |
|
Titik didih (oC) |
1347 |
883 |
774 |
688 |
678 |
|
Massa jenis (g/cm3) |
0.53 |
0.97 |
0.86 |
1.53 |
1.88 |
2)
Golongan IIA
Unsur-unsur yang termasuk golongan ini
disebut juga dengan logam alkali tanah, dan kereaktifannya lebih kecil saat
dibandingkan dengan golongan IA. Energi ionisasi yang dimiliki oleh unsur
golongan logam alkali cukup rendah yang mengakibatkan kemampuan unsur dalam
melepaskan kedua elektron valensi cukup tinggi dan kemudian menghasilkan kation
yang bermuatan +2. Sifat setiap unsur pada golongan IIA ini tertera pada tabel
berikut:
Tabel 2: sifat-sifat unsur
golongan IIA
|
Sifat |
Be |
Mg |
Ca |
Sr |
Ba |
|
Titik leleh (oC) Titik didih (oC) Massa jenis (g/cm3) Keelektronegatifan |
1278 2970 1,85 1,5 |
649 1090 1,74 1,2 |
839 1484 1,54 1,0 |
769 1384 2,6 1,0 |
725 1640 3,51 0,9 |
3) Aluminium
Pada sistem periodik modern aluminium
terletak pada golongan IIIA dengan susunan konfigurasi elektronnya 2 8 3.
Karena elektron valensi dari konfigurasi elektronnya adalah 3, maka dihasilkan
lah kation dari aluminium yang bermuatan +3. Sifat unsur-unsur dari aluminium
dapat dilihat pada tabel 3:
|
Titik leleh (oC) |
660 |
|
Titik didih (oC) |
2450 |
|
Massa jenis (g/cm3) |
2,70 |
|
Kelektronegatian |
1,6 |
Pada sistem periodik unsur modern, unsur
karbon (C) dan unsur silikon (Si) terletak pada golongan IVA dan memiliki
masing-masing konfigurasi elektronnya C= 2 4 dan Si= 2 8 4. Karbon dan silikon
mempunyai kecenderungan untuk berikatan secara kovalen. Sifat fisik dari unsur
karbon yakni seperti Kristal yang mirip layaknya intan dan grafit, namun ada
jenis yang berbentuk amorf (non-kristal). Sementara silikon memiliki
sifat fisik yang berbentuk solid keras yang strukturnya seperti struktur intan,
warnanya abu kilap, serta meleleh disuhu 1.410oC. Sifat dari silikon
yakni semikonduktor, yang kemampuan daya hantarnya kecil saat berada pada suhu
kamar. Namun, pada saat suhu tinggi silikon akan bersifat konduktor yang baik.
5)
Nitrogen (N), oksigen (O), dan
belerang (S)
Pada susunan sistem periodik unsur,
nitrogen terletak digolongan VA yang konfigurasi elektronnya 2 5, sedangkan
letak unsur oksigen dan unsur belerang berada digolongan VIA yang konfigurasi
elektron dari oksigen 2 6 dan konfigurasi belerang 2 8 6. Nitrogen dan oksigen
berbentuk gas diatom, sementara belerang berbentuk zat padat dengan rumus
molekulnya S8. Perhatikan tabel dibawah:
Tabel II.4: sifat-sifat unsur nitrogen,
oksigen, dan sulfur
|
Sifat |
N |
O |
S |
|
Titik leleh (oC) Titik didih (oC) Massa jenis (g/cm3) Keelektronegatifan Afinitas
elektron (kJ mol-1) |
–210 –196 0,0013 3,0 0,70 |
–218 –183 0,002 3,5 141 |
113 445 2,07 2,5 –200 |
6)
Halogen
Unsur-unsur halogen terletak dalam
golongan VIIA. Kereaktifan unsur-unsur ini sangat tinggi hingga tidak pernah
ditemui dalam keadaan atomnya di alam, namun dapat berikatan dan menghasilkan
suatu senyawa baru jika bereaksi dengan berbagai unsur ataupun antara unsur
yang jenisnya sama. F2, Cl2, Br2, dan I2 merupakan
bentuk molekul diatom dari unsur-unsur halogen.
Karakteristik dari segi bau dan warnanya
dapat dengan mudah untuk mengenali unsur-unsur halogen. Seringnya, unsur
halogen memiliki bau yang menyegat salah satunya unsur klorin dan unsur bromin.
Sifat racun dari kedua gas ini cukup membahayakan sehingga harus sangat
berhati-hati dalam penanganannya. Beberapa sifat dari unsur-unsur halogen dapat
disimak dari tabel dibawah:
Tabel II.5: sifat-sifat unsur
halogen
|
Sifat |
F |
Cl
|
Br
|
I |
At
|
|
Titik leleh (oC) Titik didih (oC) Massa jenis (g/cm3) Keelektronegatifan Afinitas
elektron (kJ mol-1) |
–220 –188 0,0017 4,0 –
328 |
–101 –35 0,0032 3,0 -349 |
–7 –59 3,12 2,8 –325 |
114 184 4,93 2,5 –295 |
- - - 2,2 270 |
7)
Gas mulia
Berdasarkan konfigurasi elektronnya
unsur-unsur gas mulia memiliki elektron valensi yang penuh (oktet) yakni 8
elektron, oleh sebab itu unsur-unsur yang termasuk kedalam golongan gas mulia
memiliki sifat yang stabil. Kestabilan inilah yang menyebabkan unsur golongan
gas mulia cenderung sukar untuk bereaksi dan membentuk senyawa dengan unsur
yang lain sehingga biasa disebut dengan gas inert. Beberapa sifat unsur-unsur
gas mulia dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
|
Sifat |
He |
Ne |
Ar |
Kr |
Xe |
Rn |
|
Massa jenis (g/cm3) Titik didih (oC) Titik leleh (oC) |
0,18 -269 -272 |
0,90 -246 -249 |
1,80 -186 -189 |
3,75 -153 -157 |
5,80 -108 -112 |
10,0 -62 -71 |

.png)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar