Jumat, 27 Januari 2023

PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

Sistem Periodik Klasik 

Sistem periodik unsur pertama kali dikenalkan oleh seorang ilmuwan yang bernama Johan Dobereiner, ia mengembangkan sistem periodik unsur berdasarkan nomor massa atom. Johan menyatakan jika nomor massa atom unsur A dijumlahkan dengan nomor massa atom unsur B, lalu dihitung reratanya akan dihasilkan nomor massa atom unsur C. Akhirnya ketiga unsur ini akan memiliki kemiripan sifat unsur. Kelompok unsur tersebut dinamakan triade.

Gambar 1. tabel periodik Johan Dobereiner

Perkembangan selanjutnya ditemukan oleh John Newland, ia menemukan Hukum Oktaf yaitu antara sifat unsur dan massa atom terdapat hubungan menurut pola tertentu.  Jika unsur-unsur dideretkan menurut kenaikan nomor massa atom maka unsur kedelapan memiliki sifat mirip dengan unsur pertama. Pola ini dinamakan Hukum Oktaf. Namun, pada perkembangan selanjutnya ditemukan beberapa unsur yang tidak sesuai dengan Hukum Oktaf, misalnya: Cr tidak mirip dengan Al; Mn tidak mirip dengan P; Fe tidak mirip dengan S; dan yang lainnya. 

Gambar 2. tabel periodik John Newland

Kemudian di tahun 1869, Dmitri Mendeleev (seorang ilmuwan kimia yang berasal dari Rusia) menyusun tabel periodik berdasarkan nomor atom dan Lothar Meyer (ilmuwan kimia dari Jerman) menyusun tabel periodik menurut massa jenis atom. Walaupun dasar penggolongan sistem periodik mereka berbeda, tetapi hasilnya hampir sama. Mendeleev menyusun sistem periodik unsur-unsur dengan cara menempatkan unsur-unsur ke dalam bentuk baris dan kolom. Unsur-unsur dalam kolom yang sama ini memiliki sifat-sifat yang mirip.

Gambar 3. tabel periodik meyer

Gambar 4. tabel periodik mendeleev

Keberhasilan Mendeleev dalam memprediksi unsur-unsur yang belum ditemukan waktu itu, menjadikan sistem periodik Mendeleev lebih diterima oleh masyarakat ilmiah dibandingkan sistem periodik yang dikembangkan oleh Lothar Meyer.

Sistem Periodik Modern

Sistem periodik modern memiliki bentuk seperti tabel panjang yang telah dimodifikasi yaitu unsur-unsur yang bernomor atom 58 sampai 71 (golongan lantanida) dan nomor atom 90 sampai 103 (golongan aktinida) dikeluarkan dari sistem periodik (unsur-unsur yang tergolong unsur transisi dalam).

Dalam sistem periodik modern, unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, dan bukan nomor massanya yang kemudian disusun ke dalam periode dan golongan. Terdapat 7 periode dan 18 golongan. Periode 1 dihuni 2 unsur; periode 2 dan 3 dihuni 8 unsur; periode 4 dan 5 dihuni 18 unsur; periode 6 dan 7 dihuni 32 unsur. Oleh karena terlalu panjang maka pada periode 6 dan 7, unsur dengan nomor atom 58–71 dan 90–103 dikeluarkan dari tabel dan ditempatkan di bawah tabel. Setiap kolom dalam tabel periodik modern mengandung informasi tentang lambang unsur, nomor atom, nomor massa, wujud, dan informasi lainnya, seperti ditunjukkan pada sistem periodik unsur-unsur berikut. Perhatikan gambar dibawah ini! 

 Gambar 5. Informasi Sistem Periodik Unsur

Gambar 6. Tabel Sistem Periodik Unsur 

Tokoh Ilmuwan Kimia Muslim

  • Jabir Ibn Hayyan

        Abu Musa Jabir bin Hayyan lahir di Tus, sebuah kota di Persia (kini wilayah Iran), pada 721 Masehi. Ia merupakan anak dari seorang tabib bernama Hayyan Al-Azdi. Penemuannya membuka jalan bagi sebagian besar ahli kimia dan alchemist Islam setelahnya, termasuk Razi, Tughrai, dan Al Iraqi. Ia menerapkan pengetahuannya di bidang kimia seperti pembuatan baja dan logam lainnya, mencegah karat, mengukir emas, mewarnai, penyamakan kulit, dan analisis kimia pigmen dan zat lainnya. Jabir bin Hayyan mencatat bahwa anggur mendidih melepaskan uap yang mudah terbakar, sehingga membuka jalan bagi penemuan etanol oleh Al-Razi. Jabir bin Hayyan telah menulis ratusan karya. Karya tersebut antara lain Kitab Al-Kimya, Kitab Al-Sab’in, Kitab Al-Rahmah, dan Kitab Al-Tajmi. Ia tercatat sebagai penemu sederet proses kimia, seperti penyulingan/distilasi, kristalisasi, kalsinasi, dan sublimasi. Jabir bin Hayyan meninggal dunia pada 815 M di Kufah. 

  • Ar-Razi

        Pria dengan nama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Zakariya Ar-Razi ini lahir di Ray, Iran pada 864 M. Ketika kecil, ia tertarik dengan dunia tarik suara, namun akhirnya ia jatuh hati pada bidang kimia dan sains. Ar-Razi, yang salah satu kitabnya berjudul Sirr Al-Asrar, mampu membuat klasifikasi zat alam yang bermanfaat. Ar-Razi membagi zat yang ada di alam menjadi tiga, yaitu keduniawian, tumbuhan serta binatang. Soda serta oksida timah adalah hasil ciptaannya. Selain itu, Ar-Razi tercatat mampu membangun serta mengembangkan laboratorium kimia bernuansa modern. Ar-Razi meninggal dunia pada 925 M. 

  • Al-Majriti 

     Al Majriti merupakan ilmuwan Islam asal Spanyol. Ia mempunyai nama lengkap Abu Al-Qasim Maslama bin Ahmad bin Qasim bin Abdullah Al-Majriti. Al-Majriti dilahirkan di Majrit (saat ini Madrid, Spanyol). Tercatat ia berhasil menulis buku kimia berjudul Rutbat Al-Hakim. Pada buku tersebut, ia memaparkan rumus serta tata cara pemurnian logam mulia. Ia juga tercatat sebagai imuwan pertama yang membuktikan prinsip kekekalan massa, yang pada delapan abad berikutnya dikembangkan oleh kimiawan Barat, Antonio Lavoisier.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar