1) Jari-jari atom
Rentang jarak yang dimulai pada kulit terluar hingga inti suatu atom disebut dengan jari-jari atom. Pada susunan tabel periodik, unsur-unsur segolongan, semakin ke bawah maka ukuran jari-jari atom juga akan ikut bertambah. Terjadinya hal ini dikarenakan jumlah kulit yang dimiliki atom semakin banyak jumlahnya. Sementara dalam satu periode dimulai dari kanan ke kiri maka jari-jari suatu atom akan bertambah pula
Gambar 8. Sifat Keperiodikan Jari-jari Atom
2) Energi ionisasi
Saat suatu atom melepaskan satu elektron terluarnya dibutuhkan suatu energi pada besaran tertentu, energi itu biasa disebut dengan energi ionisasi. Unsur yang letaknya satu golongan, semakin kebawah maka energi ionisasinya akan semakin berkurang, penyebab terjadinya hal ini adalah karena gaya tarik inti ke elektron pada kulit terluar semakin lemah karena jaraknya yang semakin jauh dari inti sehingga elektron tersebut mudah untuk dilepas. Sementara pada unsur-unsur yang berada dalam suatu periode jika semakin ke kanan, energi ionisasinya akan bertambah kuat karena gaya tarik menarik antara elektron terluar dan inti pun semakin kuat.
3) Keelektronegatifan
Suatu atom
memiliki kemampuan untuk menangkap/menarik elektron yang
berada disekitarnya, kemampuan ini biasa disebut dengan
keelektronegatifan atom. Unsur-unsur yang berada segolongan jika
semakin ke bawah maka nilai keelektronegatifan akan semakin berkurang, karena kekuatan gaya tarik dari kulit terluar ke
inti semakin melemah. Sementara unsur-unsur yang letaknya satu
periode, jika dari kiri ke kanan nilai keelektronegatifan akan bertambah besar.
Pengecualian pada golongan VIIIA yang tidak memiliki keelektronegatifan karena
pada kulit terluarnya sudah memiliki 8 elektron yang bersifat stabil.
Gambar 10. Sifat Keperiodikan Keelektronegatifan
4) Afinitas elektron
Gambar 11. Sifat Keperiodikan Afinitas Elektron









Tidak ada komentar:
Posting Komentar